5 Fakta Menarik Setelah Persib Menang Besar atas Persebaya

5 Fakta Menarik Setelah Persib Menang Besar atas Persebaya

Persib Bandung berpesta gol saat bersua Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-23 Shopee Liga 1 2019. Persib menang 4-1 atas Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/10/2019) malam WIB.

Empat gol Persib dicetak oleh tiga pemain yang berbeda. Ketiga pemain itu adalah Febri Hariyadi (31’, 84’), Achmad Jufriyanto (40’), dan Kevin van Kippersluis (60’). Sementara itu, Persebaya membalas sebiji gol lewat titik penalti yang dieksekusi Diogo Campos (71’).

Laga ini menjadi momen kebangkitan tim berjulukan Maung Bandung tersebut, setelah pada pertandingan sebelumnya kalah 1-2 dari Madura United (5/10/2019). Di sisi lain, Persebaya malah terpuruk dengan belum menang dalam tiga laga terakhir.

Duel ini sempat berlangsung seru lewat jual beli serangan yang dilakukan oleh pemain kedua tim. Namun, performa Persebaya mulai menurun setelah lahirnya gol pertama yang dicetak oleh Febri Hariyadi.

Surpadi Nasir dkk. kemudian lebih leluasa memainkan tempo permainan dan kerap mengancam pertahanan Persebaya. Kendati demikian, beberapa serangan yang dibangun Persib dimulai lewat skema serangan balik.

Duel ini menjadi kali kedua dalam dua tahun terakhir digelar di Bali dengan Persib berstatus sebagai tim tuan rumah. Sebelumnya, skor serupa juga menghiasi pertemuan ini di stadion yang sama pada 20 Oktober 2018. Namun, saat itu Persebaya yang menang 4-1.

Sejumlah fakta menarik lahir dari pertemuan dua klub yang mendominasi persaingan juara di era Perserikatan tersebut. Bola.com telah merangkumnya dalam 5 fakta menarik yang menghiasi duel antara Persib Bandung melawan Persebaya. Berikut ini adalah ulasannya:

Persib Sukses Hentikan Tren Buruk

Persib Bandung memiliki tren buruk dalam tiga pertemuan terakhir melawan Persebaya. Digelar di stadion yang berbeda, yaitu di Gianyar, Bandung, dan Surabaya, Maung Bandung selalu kalah, yakni dengan skor 1-4, 2-3, dan 0-4.

Kebetulan, saat itu Persib juga dilatih oleh tiga arsitek yang berbeda. Mereka adalah Mario Gomez, Miljan Radovic, dan Robert Alberts. Di sisi lain, Persebaya ditangani oleh Djadjang Nurdjaman, yang berstatus legenda Persib, dalam tiga laga tersebut.

Kemenangan ini melahirkan satu fakta baru, yaitu sosok pelatih baru Persebaya pada diri Wolfgang Pikal. Hasil 4-1 juga menjadi ajang balas dendam bagi pelatih Robert Alberts yang sempat harus melihat anak asuhnya kalah 0-4 pada pertemuan terakhir (5/7/2019).

Kemenangan Terbesar Persib

Performa Persib Bandung selama musim ini bisa dibilang angin-anginan. Sempat dalam tren menanjak, mereka kemudian pernah pula meraih hasil tanpa kemenangan dalam beberapa laga terakhir.

Nah, kemenangan atas Persebaya ini menjadi skor terbesar yang pernah diraih Persib pada musim ini. Kesuksesan mereka menang dengan selisih skor terbanyak terjadi saat menang 3-1 atas Persipura Jayapura, dalam laga pekan ke-20 pada 23 September 2019.

Febri Top Scorer Persib

Penyerang sayap Persib Bandung, Febri Hariyadi, menjadi bintang laga dengan menyumbang dua gol dalam pertadingan ini. Catatan itu meneruskan torehan impresifnya selalu mencetak gol dalam tiga laga beruntun.

Sebelum membobol gawang Persebaya, Febri mencetak masing-masing satu gol saat melawan Persipura dan Madura Uited. Total, pemain asli Bandung itu telah mencetak delapan gol dalam 18 penampilannya bersama klub asal Kota Kembang tersebut.

Catatan itu membuatnya menjadi top scorer alias pencetak gol terbanyak sementara Persib di Liga 1 musim ini. Pemain yang mendekati torehannya adalah striker Ezechiel N’Douassel yang telah mencetak enam gol.

2 Kekalahan Persebaya di Bali

Persebaya pernah memiliki catatan impresif saat bermain di Bali musim lalu. Mereka pernah mempermalukan Persib Bandung dengan keunggul 4-1. Berikutnya, Bali United pun dipaksa menyerah 2-5 oleh Bajul Ijo.

Dua pertandingan itu dijalani Persebaya saat masih berada di bawah arahan pelatih Djadjang Nurdjaman. Pelatih asal Jawa Barat itu telah dipecat dan saat ini menangani Barito Putera. Kini, jabatan pelatih kepala Persebaya dihuni oleh Wolfgang Pikal.

Sayangnya, pelatih asal Austria itu gagal meneruskan catatan impresif yang telah dibuat musim lalu dengan kalah pada laga ini. Menariknya, Wolfgang Pikal adalah pelatih yang berdomisili di Bali dan harus menerima kekalahan di daerahnya sendiri.

David da Silva Mandul dalam 4 Laga

Striker asal Brasil, David da Silva, sempat digadang-gadang bakal kembali tajam dan menjadi tumpuan di lini depan saat pulang ke Persebaya pada putaran kedua Liga 1 2019. Dia juga langsung mencetak masing-masing satu gol dan assist dalam laga debut kembalinya melawan Bhayangkara.

David kemudian juga mencetak satu gol saat Persebaya menang 4-0 di kandang PSIS Semarang. Namun, sumbangan gol itu menjadi yang terakhir dicetak oleh pemain bernomor pungung 7 itu untuk Bajul Ijo.

Kegagalannya membobol gawang Persib Bandung pada laga ini membuatnya mandul dalam empat pertandingan beruntun. Sebelum melawan Persib, David tidak menyumbang gol saat Persebaya melawan Bali United, Barito Putera, dan Borneo FC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *